-
Museum Joang 45
Gedung Joang 45 awalnya merupakan bangunan Schomper Hotel yang dikelola oleh L.C. Schomper, seorang warga keturunan belanda. -
Museum Joang 45
Orasi Soekarno dalam Rapat Besar di Lapangan IKADA -
Museum Sumpah Pemuda
Gagasan mendirikan Museum Sumpah Pemuda berasal dari pelaku Kongres Pemuda Kedua. Mereka berpendapat bahwa nilai-nilai persatuan yang dirintis generasi 28 harus diwariskan kepada generasi yang lebih muda dan Prof. Mr. Soenario berkirim surat kepada Gubernur DKI Jakarta, Ali Sadikin, untuk meminta perhatian dan pembinaan terhadap Gedung Kramat 106 agar nilai sejarah yang terkandung di dalamnya terpelihara. -
Museum Satria Mandala
Museum Satria Mandala diresmikan oleh Presiden Soeharto yang merupakan presiden kedua negara Republik Indonesia. -
Museum Sumpah Pemuda
Sebagai tindak lanjut SK Gubernur tersebut, Gedung Kramat 106 dipugar Pemda DKI Jakarta -
Museum Sumpah Pemuda
Gedung Kramat 106 kemudian dijadikan museum dengan nama Gedung Sumpah Pemuda. Peresmiannya dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta,Ali Sadikin. -
Museum Sumpah Pemuda
Gedung Sumpah Pemuda kembali diresmikan oleh Presiden RI, Soeharto. -
Museum Sumpah Pemuda
Gedung Sumpah Pemuda diserahkan Pemda DKI Jakarta kepada Pemerintah Pusat cq Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Pengelolaannya diserahkan kepada Direktorat Jenderal Pendidikan Luar Sekolah, Pemuda, dan Olah Raga. -
Museum Sumpah Pemuda
pembukaan selubung papan nama Gedung Sumpah Pemuda oleh Dra. Jos Masdani, atas permintaan Menteri Muda Urusan Pemuda Mayor TNI AU dr. Abdul Gafur, sebagai tanda penyerahan pengelolaan gedung dari Pemda DKI Jakarta kepada Departemen P dan K. -
Museum Sumpah Pemuda
Prof. Dr. Nugroho Notosusanto menyatakan bahwa Gedung Sumpah Pemuda dijadikan UPT dilingkungan Direktorat Jenderal Kebudayaan dengan nama Museum Sumpah Pemuda. -
Museum Sumpah Pemuda
Pengelolaan Museum Sumpah Pemuda diserahkan dari Departemen Pendidikan Nasional kepada Departemen Kebudayaan dan Pariwisata.